09/09/14

SEJARAH PERJALANAN MUSIK INDIE



          Istilah indie sendiri berasal dari sebuah kata dalam bahasa inggris yaitu “independent”, yang dalam konteks sederhana bisa diartikan sebagai memiliki prinsip bebas dan tidak terikat oleh aturan serta pihak mana pun untuk mengambil keputusan guna mencapai sebuah tujuan.

Pengertian sederhana untuk musik indie sendiri adalah karya musik yang dihasilkan sesuai selera penciptanya dan memiliki nilai tersendiri dari karya tersebut, tanpa harus mengikuti petunjuk serta sistim, dan aturan baku dari pihak lain, baik dalam proses rekaman, mendistribusikan, hingga promosi. Sehingga boleh dikatakan bahwa karya musik indie ini tidak terlepas dari pengaruh idealisme penciptanya.

Jelaslah bahwa musik indie bukanlah merupakan salah satu genre dari seni musik. Hanya saja semua jenis / genre musik apapun juga dimainkan oleh para seniman musik Indie yang sesuai selera mereka masing - masing.

Dalam perjalannya kemudian, banyak juga para seniman musik indie (grup musik dan vokalis solo karier) akhirnya menarik minat para mayor laber untuk mengorbitkan mereka, namun hanya terbatas pada dukungan biaya produksi hingga pemasaran hasil rekaman, agar sukses meraih pangsa pasar dan konsumen. Sementara untuk proses menciptaan lirik dan lagu, aransemen, higga warna sound, sepenuhnya digarap sendiri oleh sang seniman musik indie tadi.

Jujur kita akui bersama bahwa banyak seniman musik indie memiliki talenta serta skill menyanyi dan bermain musik sangat luar biasa, yang tidak kalah saing dengan seniman musik dijalur mainstream

Seperti di beberapa bidang seni lainnya, dalam seni musik juga terdapat dua kelompok gerakan musik, antara lain: musik mainstream dan musik indie.

Umumnya kita telah mengenal musik mainstream, yaitu: musik atau lagu yang selain diciptakan oleh penciptnya sendiri, umumnya ada campur tangan langsung oleh pihak produsen dalam menentukan aransemen serta penggarapannya didapur rekaman, agar sesuai dengan tuntutan pasar, demi memperoleh keuntungan finansial sebanyak – banyaknya.

Jadi musisi di jalur mainstream ini tidak bebas menciptakan lagu yang murni 100% hasil karya mereka secara keseluruhan, demikian pula untuk menetukan warna sound musik dan berbagai hal mengenai proses rekaman, begitu pun strategi pemasarannya.

Para musisi dijalur mainstream ini bekerjasama dengan perusahaan rekaman berskala nasional bahkan internasional (mayor label), serta melakukan proses pemasaran mulai dari promosi hingga pendistribusiannya memerlukan anggaran besar yang bersumber langsung dari perusahaan mayor label tadi, namun ditangan secara sistematis dan profesional, hinggga mampu mempengaruhi dan menguasai pasaran seluas – luasnya.

Berbagai sumber yang berbeda mengatakan bahwa musik indie telah ada sejak tahun 1920-an, namun ada juga yang mengatakan musik indie muncul diera tahun 1950-an. Yang jelas musik indie mulai populer didaratan Amerika dan Inggris semenjak tahun 1980-an, dimana awalnya seniman musik indie di Amerika dan Inggris mempromosikan karya lagu – lagu ciptaan mereka melalui radio – radio kampus.

Perlahan tapi pasti akhirnya lagu – lagu indie berhasil menarik minat dan simpati penikmat musik disana, bahkan lagu – lagu indie milik grup REM mampu merajai radio – radio Amerika, demikian juga The Smiths di Inggris.

Hingga memasuki dasawarsa tahun 1990-an bermunculan situs – situs yang khusus mempromosikan secara gratis karya – karya seniman musik indie dari berbagai belahan dunia.

          Pada tahun 2000 tercatat dipasaran musik Amerika dan Eropa bahwa karya seniman musik indie lebih mendominasi dari segi penjualan dan penggemar, dibanding karya seniman musik yang murni dari jalur mainstream.














Baca Selanjutnya … SEJARAH PERJALANAN MUSIK INDIE

16/08/14

RAS MUHAMMAD (MUSISI REGGAE INDONESIA)



          Lahir tanggal 29 Oktober 1982, di Jakarta – Indonesia, dengan nama asli Muhammad Egar. Saat menetap di Amerika selama 12 tahun ia akhirnya terpikat dengan musik reggae, kemudian namanya diubah menjadi Ras Muhammad.

Nama Ras Muhammad diambil dari kata “Ras atau Rastaman” yang dalam Bahasa Jamaika diartikan sebagai panggilan bagi seorang laki – laki, seperti: Mas, Bung, Brur, dan sejenisnya. Sebutan Ras sendiri dalam bahasa Amharik (Ethiopia) berarti putra bangsawan. Sementara kata “Muhammad” mengutip dari nama depannya sendiri, yaitu: Muhammad Egar.

          Ras Muhammad adalah seorang anak tunggal dari pasangan keluarga kecil yang menetap di Jakarta. Nama ayahnya adalah Rivai dengan profesi sebagai seorang dokter akupuntur, ibunya bernama Wening merupakan seorang PNS yang bekerja di Departemen Luar Negeri, Jakarta.

Saat masih duduk dibangku SD. Harapan Ibu, Pondok Indah - Jakarta Selatan, Ras Muhammad mengikuti Sang Ibu yang ditugaskan ke New York – Amerika sebagai seorang diplomat Indonesia pada bidang ekonomi pada tahun 1993.

Ras Muhammad kemudian melanjutkan pendidikannya di Russel Sage Junior High School dan tamat tahun 1996. Ia lalu masuk ke Forest Hills High School hingga selesai tahun 1999, namun ibunya lebih dahulu pulang ke Indonesia karena masa tugas di Amerika telah berakhir tahun 1997.

Ras Muhammad mulai tertarik menikmati musik reggae saat tamat SMU tahun 1999 dan merubah penampilannya dengan rambutnya yang mulai digimbal. Ia pun memutuskan untuk serius memainkan musik reggae sejak tahun 2003.

Tahun 2001 Ras Muhammad telah melanjutkan jenjang pendidikan tingginya dengan mengikuti kuliah D3 di jurusan Liberal Arts, Borough of Manhattan Commlonity College. Ia terlambat menyelesaikan studinya akibat lebih banyak bergaul bersama para musisi dan komunitas reggae di Broklyn. Akhirnya tahun 2005 ia pun berhasil lulus meraih gelar D3-nya dan langsung balik ke tanah air.

Saat masih di Brocklyn – Amerika, Ras Muhammad sempat merilis album indie pertamanya yang berjudul “DECLARATION OF TRUTHS”, pada tahun 2005 dan diedarkan di New York.

Tahun 2007 setelah berada di Indonesia, Ras Muhammad kembali mengeluarkan album kedua indie-nya yang berjudul “REGGAE AMBASSADOR”. Album inilah yang membuat nama Ras Muhammad makin naik daun di tanah air.

Album berjudul “NEXT CHAPTER” dari Ras Muhammad diluncurkan pada tahun 2009.

          Lagu dan musik reggae yang diciptakan Ras Muhammad banyak dipengaruhi (influences) oleh Abysinians, Garnett Silk, Jacob Miller, Burning Spear, Ras Michael, Sizzla, Black Uhuru, Agusutus Pablo, Wu Tang, King Tubby, NAS, KRS-One, dan banyak lagi.














Baca Selanjutnya … RAS MUHAMMAD (MUSISI REGGAE INDONESIA)

11/08/14

SOULJAH (BAND JAMAICAN MUSIC TANAH AIR)



          Awal dibentuknya band ini dengan menggunakan nama ARIGATOO mereka mencoba membawakan lagu – lagu orang lain yang beraliran pop, jazz, rock, juga lagu reggae milik Bob Marley, Save Ferris, dan Reel Big Fish. Namun dalam perjalanan bermusik, anak – anak ARIGATOO lebih memilih membawakan lagu – lagu irama Ska, Reggae, dan Rock Steady saat manggung, alasannya karena jiwa mereka lebih cocok membawakan irama tersebut.

          ARIGATOO band dibentuk tanggal 4 April 1998 oleh sekelompok anak – anak FISIP – UI dengan formasi Danar (vokal), Ari (gitar), Bayu (gitar), Renhat (bas), Dimas (drum), Shanty (trompet), Ocha (trompet). 

Masih ditahun 1998, ARIGATOO kemudian mencoba merekam dan merilis sebuah single berjudul “Indehoy Di Teluk Bayur”. Tak disangka ternyata single tersebut meledak dikalangan pencinta musik underground tanah air.

Tahun 1999 Shanty (terompet) keluar dari formasi kemudian direkrutlah David (terompet) dan Vino (saxophone) sehingga personil ARIGATOO seluruhnya berjumlah delapan orang, yaitu: Danar (vokal), Ari (gitar), Bayu (gitar), Renhat (bas), Dimas (drum), David (trompet), Ocha (trompet), dan Vino (saxophone). 

Pada tahun yang sama Sony Music merilis album kompilasi berjudul Skamania, dimana ARIGATOO yang diajak untuk ikut mengisi album tersebut menampilkan single-nya dengan judul “Petualangan VW Combi”. Lagu ini kurang dikenal dipasaran musik tanah air, dan hanya diterima oleh komunitas musik underground saja.

Tahun 2000 Renhat (bas) mengundurkan diri untuk melanjutkan pendidikan tinggi ilmu komunikasi di Hawaii – Amerika. Sementara Ari (gitar) ikut keluar karena memutuskan untuk bekerja dibidang lain. Tak lama kemudian Dimas (drum) dan juga Ocha (terompet) menyusul keluar dari ARIGATOO. Namun sekembalinya Renhat (bas) dari Hawaii ia langsung bergabung kembali bersama ARIGATOO, serta tak lama kemudian Dimas (drum) juga ikut bergabung lagi.

Label Authority Record, sebuah perusahaan rekaman asal Jepang pada tahun 2003 mengeluarkan album kompilasi berjudul Asian Ska Foundation, yang didalamnya berisi lagu – lagu dari beberapa band Ska se-Asia diantaranya terdapat lagu milik ARIGATOO.

Pada tahun tersebut akhirnya ARIGATOO mengeluarkan album pertama mereka berjudul “Kami Bukan Perawan Lagi”. Album ini ditangani oleh label mereka sendiri yang diberi nama Senyum Tante Record namun kemudian beganti nama menjadi Off Beat Music. Dalam album pertama ini personil baru Said (toasting) ikut bergabung, namun Vino (saxophone) malah hengkang.

Setelah sekian lama band ini menggunakan nama ARIGATOO, akhirnya pada tahun 2005 mereka sepakat merubah nama grup band ini menjadi SOULJAH (istilah slang Jamaican yang berarti Souldier), karena beranggap bahwa mereka berjuang untuk karya – karya mereka sendiri sebagai band musik indie bergenre Jamaican Music.

SOULJAH kemudian mengeluarkan album pertama mereka pada tahun 2005 yang diberi judul “Breaking The Roots”, dan masih dibawah label Off Beat Music. Di album ini personil SOULJAH yang tersisa adalah: Danar (vokal), Bayu (gitar), Renhat (bas), Dimas (drum), David (trompet/Keyboard), dan Said (toasting). 

Album kedua SOULJAH berjudul “Bersamamu” dirilis tahun 2007 yang kembali bergabungnya Vino (saxophone) namun Dimas (drum) memilih mundur dari grup band. SOULJAH kemudian merekrut dua orang additional player untuk ikut membantu penggarapan album ini, yaitu: Edot (trombone) dan Hanli (drum).

SOULJAH lalu meluncurkan album trilogy pada tahun 2009 yang terdiri dari: Breaking The Root berwarna merah, Bersamamu berwarna kuning, dan Mestakung (Semesta Mendukung) berwarna hijau. Label yang menangani album ini adalah Amazing Entertainment yang merupakan label mereka sendiri setelah kembali berganti nama dari sebelumnya adalah Offbeat Music.

          Influence lagu – lagu ciptaan ARIGATOO atau SOULJAH terinspirasi dari berbagai band ska, reggae, dan rock steady, seperti: Skatalites, The Wailers, No Dubt, Long Beach Dub Allstars, dan dan berbagai grup band lain.

















Baca Selanjutnya … SOULJAH (BAND JAMAICAN MUSIC TANAH AIR)

06/08/14

PROFIL / BIOGRAFI STEVEN AND THE COCONUT TREES



          “Welcome To My Paradise”, itulah salah satu single yang sempat membawa nama Steven And The Coconut Trees menguasai kancah musik Indonesia, bahkan mengangkat pamor musik reggae ditanah air menjadi booming setelah sekian tahun sepi penggemar.

          Grup reggae Steven And The Coconut Trees ini dibentuk tahun 2005 oleh Steven N. Kaligis (vocal) serta didukung oleh enam personil lainnya, antara lain: Teguh (gitar), Rival Himran (bas), Aci (drum), A Ray Daulay (gitar), Iwan (keyboard), dan "Opa" Tedy Wardhana (perkusi).

Tedy wafat pada tanggal 18 Desember 2007 karena penyakit paru – paru kronis yang telah lama dideritanya.

          Selama ini Steven And The Coconut Trees telah mengeluarkan empat album, yaitu: The Other Side (tahun 2005), Easy Going (tahun 2006), Good Atmosphere (album tahun 2008 yang mana didalamnya lagu ciptaan alm. Imanez berjudul “Lagu Santai”, direkam kembali versi Steven And The Coconut Trees), dan Feel The Vibration (2010).






Baca Selanjutnya … PROFIL / BIOGRAFI STEVEN AND THE COCONUT TREES

31/07/14

THE PAPS (BAND REGGAE ASAL BANDUNG)



          Grup reggae dengan ciri Jamaican Electrick Sound ini namanya The Paps, yang katanya nama tersebut mengibaratkan bahwa kelak mereka akan menjadi figur papa - papa.

          The Paps dibentuk tahun 2003 di Bandung, yang saat ini personilnya adalah Dave pada vokal, Sagiet main gitar, Dimas juga main gitar, Andrie betot bas, dan Ganjar yang gebuk drum-nya. Influence musik The Paps banyak dipengaruhi oleh band Panda Bear asal Brooklyn, Los Jakartos, Lord Tanamo dari Jamaica, dan Angkatan Udara.

Awalnya mereka sering membawakan lagu – lagu milik Bob Marley. Lalu keluarlah single pertama the Paps di tahun 2004 berjudul “Life Is A Joke Big” yang ikut mengisi album kompilasi beberapa band lokal asal Bandung dari berbagai genre, dengan judul album: Bandung Miller Time.

Dilanjutkan dengan single kedua The Paps pada tahun 2005 berjudul “Menggantung Longgar Baby”, yang berada dalam album kompilasi beberapa band reggae yaitu album Revolusi Indonesia, oleh Label 267 Records.

          Tahun 2007, akhirnya beredar juga album pertama The Paps berjudul “Hang Loose Baby”, dibawah naungan Label Zyape O Zyure Records.
Baca Selanjutnya … THE PAPS (BAND REGGAE ASAL BANDUNG)

28/07/14

TONY Q RASTAFARA (LEGENDA DAN PELOPOR REGGAE INDONESIA)



          Orang pertama yang mempopulerkan istilah rambut gimbal ditanah air tidak lain adalah Tony Q, lewat album pertamanya bersama grup Rastafara yang mereka beri judul “Rambut Gimbal”.

          Lahir pada tanggal 27 April 1961 di Semarang - Jawa Tengah, dengan nama asli Tony Waluyo Sukmoasih yang popular dengan nama Tony Q. Rastafara.

Meskipun karya musik Tony Q. Rastafara dipengaruhi oleh lagu – lagu Bob Marley, namun ia mampu memberi ciri khas musik reggae Indonesia dengan memasukkan unsur musik tradisional tanah air, seperti: kendang sunda, gamelan jawa, talempong minang, terompet reog, serta alat musik tradisional lainnya. Hampir semua lagu ciptaan Tony Q. Rastafara menceriterakan mengenai kehidupan sehari – hari masyarakat kita dengan tema sosial, cinta, dan kemanusiaan.

Lulusan STM Perkapalan – Malang ini pernah bekerja di perusahaan pabrik kaleng PT. Singapura, Cakung – Jakarta kemudian pindah pada perusahaan desain periklanan di daerah Sunter – Jakarta. Karena pengaruh berbagai tekanan dalam dunia kerja yang digeluti, dan ingin bebas serta mandiri, akhirnya ia meninggalkan pekerjaan diperusahaan, lalu memilih hidup ngamen dijalan.

Awal ngamen dijalan, Tony Q. Rastafara mencoba membawakan berbagai jenis musik yang kemudian ia lebih memilih untuk eksis membawakan lagu – lagu reggae. Perjalanan hidupnya melakoni dunia ngamen dijalani selama 6 tahun di sekitar Blok M – Jakarta.

Pada tahun 1989, Tony Q. Rastafara bergabung dengan grup reggae Roots Rock Reggae. Dari sinilah ia mulai punya banyak pengalaman manggung disekitar Jakarta, dan beberapa kali keluar masuk berbagai grup band reggae, diantaranya Rastaman dan Exodus.

Tony Q. Rastafara akhirnya memutuskan membentuk grup band reggae sendiri tahun 1994 dengan nama Rastafara. Saat bersama Rastafara mereka berhasil merilis dua album, yaitu "Rambut Gimbal" (1996) dan "Gue Falling In Love" (1997).

Saat personil lain Rastafara memilih untuk vakum tahun 1997 dengan alasan pangsa pasar musik reggae tanah air sepi permintaan, Tony Q tetap memutuskan untuk terus berjalan dengan membentuk grup band baru tahun 1998 dengan nama Tony Q New Rastafara.

Selang berjalan beberapa tahun Tony Q memutuskan untuk bersolo karier, namun tetap membawa nama Rastafara dibelakang namanya.

Album solo pertama Tony Q. Rastafara yang berjudul “Damai Dengan Cinta”, dirilis tahun 2000 membawa namanya dipuncak kejayaan. Seorang professor dari Canada yang memiliki latar belakang disiplin ilmu dibidang musik tertarik dan menyukai album ini. Ia menawarkan agar Tony Q. Rastafara ikut show pada ajang Bob Marley Festival di Amerika. Sang profesor merekomendasikan Tony Q Rastafara dengan mengirim demo lagu Tony Q ke panitia festival tersebut yang berada di Houston, Texas - Amerika.

Tahun 2002 Tony Q. Rastafara menerima undangan dari panitia Bob Marley Festival, Houston – Texas. Saat rencana keberangkatan ke Amerika sudah dipersiapkan dengan matang, ternyata visa untuk Tony Q beserta personil additional player lainnya tidak mendapat persetujuan dari pihak Kedubes Amerika - Jakata. Hal ini disebabkan karena alasan keamanan atas peristiwa 9 September 2001 (peristiwa pembajakan empat pesawat penumpang sipil milik Amerika yang dilakukan oleh Kelompok al-Qaeda untuk aksi bunuh diri mereka, melalui cara menabrakkan keempat pesawat tersebut kebeberapa fasilitas vital milik Amerika dinegara Adidaya tersebut).

Undangan tersebut terus berdatangan sejak tahun 2002 sampai 2005, bahkan promotor Java Musikindo yaitu Adri Subono juga akan ikut bendukung dengan sumbangan uang senilai puluhan juta rupiah bagi keberangkatan Tony Q. Rastafara dan personil lainnya jika visa mereka keluar.

Tidak hanya itu saja, seorang warga Amerika yang bekerja sebagai instruktur pada sebuah perusahaan minyak dan menetap di Houston – Texas, berkali – kali menghubungi Tony Q. Rastafara via email dengan bersedia mensponsori tiket pulang pergi serta akomodasi bagi rombongan Tony Q jika mereka bisa mendapat ijin terbang ke Houston untuk ikut festival, yang notabene bule tersebut sama sekali tidak pernah kenal satu sama lain dengan Tony Q. Rastafara.

Bule tersebut juga sempat menitip sejumlah uang melalui seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Houston dan ingin pulang berlibur ke tanah air, untuk diberikan kepada Tony Q sebagai biaya perjalanan Rombongan Tony Q. Rastafara nantinya ke Houston – Texas. Selang beberapa tahun kemudian album berjudul “Kronologi” diluncurkan oleh Tony Q. Rastafara yakni di tahun 2003. Disusul kemudian pada tahun 2005, ia mengeluarkan album reggae berjudul “Salam Damai”.

Gagalnya Tony Q. Rastafara untuk tampil di Bob Marley Festival (Houston – Texas), tidak membuat perjuangannya berhenti total untuk go international. Ia kemudian mengirim beberapa lagunya ke Putu Mayo World Record - New York (sebuah label terkenal di Amerika). Salah satu dari lagu – lagu tersebut berjudul “Pat Gulipat” yang diambil dari album “Salam Damai” (tahun 2005), akhirnya terpilih untuk masuk dalam album kompilasi berjudul “Reggae Playground”, yang merupakan kumpulan lagu World Reggae.

Beberapa penyanyi dan musisi reggae terkenal dunia ikut mengisi dalam album kompilasi ini, antara lain: Rita Marley (istri mendiang Bob Marley), The Wailers (eks penyanyi latar band mendiang Bob Marley), Judy Mowatt, The Bourning Soul (Jamaika), Toot And The Maytals (adalah band Jamaika yang mempopulerkan istilah reggae), Eric Bibb (Amerika), Marty Dread (Amerika), Johny Dread (Kuba), Alan Schneider (Prancis), Kal Dos Santos (Brasil), Modusta Largo (Maroko), dan Asheba (Trinidad).

Album Tony Q. Rastafara berjudul “Anak Kampung” yang beredar tahun 2007, ikut melibatkan Fully Fullwood yang merupakan seorang pemain bas legenda Jamaika sejak era tahun 70-an. Fully Fullwood telah banyak bekerja sama dengan para musisi reggae dunia, seperti: Peter Tosh, Bob Marley, Gregory Isaacs, Black Uhuru, bahkan bersama The Mighty Diamondas.

          Saat menjelang Pemilu di tanah air pada tahun 2009, Tony Q. Rastafara mengeluarkan lagi album berjudul “Presiden”. Album ini mengajak para pencinta musik reggae Indonesia, agar cerdas menyikapi suasana politik masa itu.








Baca Selanjutnya … TONY Q RASTAFARA (LEGENDA DAN PELOPOR REGGAE INDONESIA)

20/05/14

PROFIL / BIOGRAFI THE SIGIT



          THE SIGIT adalah singkatan dari “The Super Insurgent Group of Intemperance Talent”, dan merupakan band indie beraliran garage rock. Nama THE SIGIT secara resmi mereka pakai sejak tahun 2002.

          Terbentuk di Bandung pada tahun 1997 saat para personilnya masih duduk di bangku SMU. Mereka terdiri dari Rektiviaton Yoewono / Rekti (vokal / gitar), Farri Icksan Wibisana / Farri (gitar / vokal), Aditya Bagja Mulyana / Adit (bas / vokal), dan Donar Armando Ekana / Acil (drum).

Awalnya mereka sering membawa lagu – lagu milik musisi luar, seperti : The Clash, Led Zeppelin, dan The Stooges. Namun akhirnya THE SIGIT menemukan ciri khas warna musik mereka untuk membuat lagu ciptaan sendiri, dan sering membawakannya disetiap kesempatan manggung.

Malang melintang di berbagai event musik lokal termasuk tampil dalam berbagai acara musik kampus di Bandung, membuat skill mereka makin tajam.  Lagu – lagu THE SIGIT mulai dikenal melalui dunia maya hingga akhirnya mendapat tawaran rekaman dari salah satu label di Australia dan mereka pun berangkat kesana.

Tahun 2004, mereka mengeluarkan album mini yang juga berjudul “THE SIGIT” dan ditangani Spills Record, dan ternyata disambut baik oleh penggemarnya. Fans fanatik mereka ditanah air diberi nama “Insurgent Army”.

Desember 2006, The SIGIT akhirnya mendapat tawaran rekaman dari label rekaman FFWD untuk menggarap full album mereka yang berjudul “Visible Idea of Perfection”.

Menurut Acil (drumer The Sigit) bahwa lagu – lagu mereka lebih banyak menggunakan bahasa Inggris karena, memang mereka senang memakai bahasa tersebut yang katanya lebih memiliki makna yang mendalam.

Kemudian pada bulan Juni 2007, album Visible Idea of Perfection tersebut mendapat tawaran rekaman dari Label Caverman asal Australia. Kesempatan ini pun langsung disambut oleh anak – anak THE SIGIT untuk unjuk kebolehan di dunia Interasional. Selama di Australia mereka melakukan tour di sembilan kota dan mengadakan 16 kali pertunjukan yang membuat lagu – lagu THE SIGIT disambut antusias oleh penikmat musik negara Kanguru tersebut.

Tahun 2009, THE SIGIT mendapat undangan untuk manggung dalam festival musik bergengsi South by Southwest (SXSW) di Texas – Amerika. Selain tampil di Texas, mereka juga manggung di San Francisco, California – Amerika, dan di Thee Parkside Los Angeles – Amerika yang diikuti beberapa band punk, garage, psychedelic rock setempat.

THE SIGIT kembali membuat album mini pada tahun 2009 yang berjudul Hertz Dyslexia – Part 1, yang berisikan lagu – lagu lawas mereka. Kemudian tahun 2011 album mini Hertz Dyslexia – Part 2 diluncurkan.

Di tahun 2013, THE SIGIT merilis lagi album berjudul “Detourn” yang berisikan 11 lagu, dan ditangani oleh Label FFWD.










Baca Selanjutnya … PROFIL / BIOGRAFI THE SIGIT