27/02/11

BIOGRAFI TIELMAN BROTHERS


THE TIMOR RHYTM BROTHERS (Indonesia 1945-1957)

Anggota Keluarga:

(Ayah) Herman Tielman.
(Ibu) Flora Lorine Hess.
Reggy - lahir 20 Mei 1933 di Surabaya, Indonesia.
Ponthon - lahir 4 Agustus 1934, meninggal di 29 April 2000 di Jember, Indonesia.
Andy - lahir 30 Mei 1936 di Makassar, Sulawesi Makassar, Indonesia.
Loulou (Herman Lawrence) - lahir tanggal 30 Oktober 1938 di Surabaya, Indonesia, meninggal pada 4 Agustus 1994 di Cairus, Australia.
Jane (Janette Loraine) - lahir 17 Agustus 1940, meninggal pada 25 Juni 1993.


          Kisah Tielman Brothers Band dimulai di Surabaya, dimana 4 bersaudara Tielman kecil serta Jane sang adik mulai tampil bersama pada tahun 1945 membawakan lagu-lagu rakyat yang diiringi gerak dan tarian tradisional.

Sang ayah bernama Herman Tielman adalah seorang kapten yang bekerja di KNIL (Tentara Kerajaan Belanda unutk Indonesia), merupakan musisi sejati yang berbakat, dan sudah lama sering bermain musik dengan para sahabatnya. Ia persiapkan anak-anaknya, yaitu: Reggy, Ponthon, Andy, Loulou dan Jane, untuk total terjun ke dunia musik.

          Dari mulai Ponthon yang ingin memainkan double bass betot, lalu Reggy ingin bermain banjo, kemudian Loulou kecil suka drum, dan Andy belajar bermain gitar. Pada penampilan pertama mereka dalam pesta keluarga disebuah rumah, mereka membuat terkejut para sahabat ayah mereka, dengan membawakan lagu-lagu sulit seperti Tiger Rag dan 12th Street Rag.

Aktivitas bermusik Tielman bersaudara ini terus berlanjut hingga mendapat sponsor dari beberapa pihak swasta di Surabaya. Dan hanya dalam waktu setengah tahun mereka sudah melakukan tur untuk grup mereka yang diberi nama THE TIMOR RHYTHM BROTHERS.

Timor adalah pulau dimana keluarga Tielman berasal. Setelah itu mereka kemudian menerima tawaran dari salah satu asosiasi kesejahteraan di Indonesia saat itu yang bernama NIWIM (Usaha Nasional Kesejahteraan Indonesia) dan bersama-sama dengan para musisi Belanda terkenal seperti De Wama’s, The Ramblers, dan The Skymasters, mereka tur di sepanjang kota-kota besar di Indonesia. Pertunjukan mereka terdiri dari musik dan tarian yang berasal dari seluruh kepulauan Indonesia, termasuk kostum dan atribut ritual seperti tombak, parang dan pedang.

Selama pertunjukan, sang ayah (Herman Tielman) ikut bergabung pada gitar, sementara sang ibu (Flora) menjadi menejer mereka. Mereka juga pernah tampil di Istana Presiden Soekarno di Jakarta. Ketika tumbuh dewasa, mereka mulai menciptakan album top hits dalam harmoni yang sempurna.

Pada tahun 1951 Tielman bersaudara mulai belajar mendengarkan lagu-lagu milik Arthur Smith antara lain Guitar Boogie. Andy kemudian mengatakan dalam sebuah wawancara: "ini adalah yang pertama kali saya bersama saudara-saudara saya, mengubah lagu-lagu yang selama ini kami bawakan dengan menjadikannya musik rock 'n roll, dengan menambahkan alat musik drum ke dalamnya”. Kemudian mereka mulai memainkan sejumlah lagu milik Les Paul, Elvis Presley, Little Richard, Bill Haley, Fats Domino, Chuck Berry dan Gene Vincent. Andy juga pernah bermain bersama Dolf de Vries dalam sebuah band yang bernama THE STARLIGHTS di Jakarta. Kemudian di Sumatera ia bermain tanpa saudara-saudaranya dalam band Hawaiian milik Freddy Wehner.


THE TIMOR RHYTHM BROTHERS –THE FOUR TIELMAN BROTHER-THE 4 T’s (Breda 1957-1959)


Formasi:

Andy Tielman
(lead guitar, vocals).
Reggy Tielman
(2nd lead guitar, vocals).
Ponthon Tielman
(double bass, vocals).
Loulou Tielman
(drum, vocals).

          Tielman bersaudara kadang ditawarkan tur ke seluruh Indonesia dengan syarat bahwa mereka harus mengubah kewarganegaraan Belanda mereka menjadi WNI. Namun Herman Tielman berpendapat bahwa, anak-anaknya akan memiliki masa depan yang lebih baik jika bermain musik di Belanda. Dan pada tahun 1957 akhirnya mereka sekeluarga pulang ke Belanda. Ponthon sudah dipulangkan satu tahun sebelumnya dan tinggal bersama istrinya di Bussum. Edu Schalk yang merupakan seorang penyanyi dalam sebuah grup milik Poetiray Brothers dari suatu wilaya yang bernama Oosterhout di Netherlands, adalah teman Indonesia pertama mereka di Breda.

          Suatu hari Tielman bersaudara pergi ke toko musik Spronk di Breda untuk membeli sebuah gitar yang termahal di toko tersebut, namun syaratnya mereka harus bisa meyakinkan pemilik toko itu atas bakat besar mereka. Kemudian mereka pun melantunkan lagu Bye Bye Love milik The Everly Brothers dalam versi mereka, hingga akhirnya sang pemilik toko menjadi kagum dan memperbolehkan mereka untuk membeli gitar tersebut dengan cara kredit/mengangsurnya. Belakangan gitar putih merek Miller dan gitar Sunburst Wilson yang sering mereka pakai di band, akhirnya menjadi legenda besar hingga kini. Ini adalah produk dari perusahaan Egmond dari Eindhoven (type ES 57).

Kemudian mereka juga membeli combo amplifier merek Egmond untuk menggantikan radio tua yang mereka gunakan selama ini. Penampilan pertama mereka berlangsung di Hotel De Schuur di Catharinalaan di Breda.

Pada awalnya mereka masih menggunakan nama TIMOR RHYTM BROTHERS, kemudian segera mereka merubah nama tersebut menjadi FOUR TIELMAN BROTHERS atau THE 4 T's. Mereka semakin terkenal di Breda dan mulai show di tempat-tempat lain di propinsi Brabant seperti Kamp Lunetten di Vught dan pub dansa De Cosmopoliet di 's Hertogenbosch.

          Pada saat pergelaran Expo di Brussels - Belgia, yang diselenggarakan mulai tanggal 17 April hingga 19 Oktober tahun 1958, dimana pada masa itu musik berirama Hawaiian sungguh sangat populer di Eropa, sampai-sampai dibangun sebuah pemukiman khusus untuk musisi Hawaiian di suatu lokasi yang bernama Attraction Park selama berlangsungnya Expo tersebut. Dengan hiasan pohon kelapa sawit, langit biru, tanaman eksotis serta bunga-bunga, musisi hawaiian seperti Rudi Wairata (stell guitarist) dan Mike Anoi alias Guus 'Broer' Arends, mereka tampil bermain sebagai bintang utama. Beberapa grup band dari Belanda muncul juga di Expo tersebut, termasuk FOUR TIELMAN BROTHERS yang diundang oleh Mr. Morisson dari perkumpulan pemukiman Hawaiian.

Pada event tersebut Andy Tielman dan sauda-saudaranya hanya diperbolehkan untuk tampil sekali saja dipanggung, untuk mengisi jam istirahat selama 20 menit. Mereka lalu membawakan sebuah suguhan irama rock ‘n’ roll yang luar biasa yang belum pernah ada di Eropa sebelumnya. Andy bermain gitar dengan cara posisi neck gitar diarahkan ke lantai, kemudian salah satu tangannya memetik gitar, sementara salah satu kakinya juga bermain diatas fret gitar, atau gitarnya dimainkan dengan menggunakan stik drumnya Loulou. Ponthon juga tak mau ketinggalan untuk memainkan bass-nya dengan cara akrobatik. Ataukah sambil memainkan sebuah lagu, mereka pun saling tukaran gitar dengan cara melemparkannya satu dengan yang lainnya diantara mereka bersaudara.

Akhirnya waktu yang hanya diberikan untuk mereka bermain yang cukup sekali manggung saja dengan durasi hanya 20 menit, kemudian ditawarkan oleh pihak penyelenggara Expo menjadi hampir 6 bulan.

Di Expo tersebut mereka berkenalan dengan seorang warga negara Belgia yang bernama René ‘Nappie’ Vlasselaar serta saudaranya yang bernama Ferry, yang memiliki perusahaan juke box yaitu Fernap (Ferry dan Nappy), kemudian menjadi manajer grup band ini, lalu mengatur sesi rekaman dibawah naungan labelnya yang bernama Fernap.

Dalam rekaman tersebut lagu yang menjadi hits mereka antara lain: Rock Little Baby Of Mine adalah lagu berirama rock ditulis oleh Andy Tielman, serta lagu balada pada side lain yaitu You’re Still The One. Inspirasi untuk kedua lagu berasal dari sang idola Elvis Presley, tapi gaya khas Four Tielman Brothers tetap ada meskipun teknik rekaman masih primitif alias jadul.

Andy Tielman kemudian menikah di Brussels bersama kekasihnya yang bernama Jeanine M. Ketika suatu malam terjadi musibah kebakaran di lokasi Expo, semua gitar dan amplifier habis dilalap api. Untuk membeli peralatan dan perlengkapan musik tersebut sangatlah mahal, sebab gitar Gibson dan amplifier yang ikut terbakar merupakan pesanan langsung dari USA.

Kemudian pembawa acara televisi terkenal di Jerman yaitu Hans Joachim Kulenkamp dan Peter Frankenfeld bertemu Four Tielman Brothers pada Expo itu, lalu mengundang grup band ini datang ke Jerman di akhir tahun 1958, untuk tampil sebagai bintang tamu dalam acara mereka di televisi, dan melakukan pertunjukan musik dalam pembuatan film Paprika.

          Penampilan pertama Four Tielman Brothers di Jerman berlangsung di "Plankenkaffee Kosschenhaschen" di Mannheim dari tanggal 3 hingga 16 Januari 1959. Four Tielman Brothers juga diundang pada tanggal 29 Januari 1959 di Hotel Deutsches Theater di München di acara pemutaran perdana film Paprika. Di sana mereka bertemu aktris Romy Schneider dan mendapatkan penghargaan medali film.

Pada tahun tersebut Four Tielman Brothers  tampil sebagai salah satu bintang utama untuk meramaikan pergelaran sirkus dan pameran tahunan. Manejer mereka yang berasal dari Belgia itulah yang telah membawa mereka ikut hadir dalam pergelaran tersebut. Bersama kelompok Circus 'Fisher' mereka melakukan perjalanan ke seluruh Jerman dan Four Tielman Brothers juga tampil sebagai tamu terkenal dalam event 'Oktoberfest' di Muenchen.

Kor Aaftink yang pada waktu itu sebagai manajer label Imperial dari perusahaan rekaman Bovema mencoba menawarkan kontrak rekaman untuk group rock ‘n’ roll liar asal Belanda ini. Single perdana mereka menjadi salah satu yang menarik dalam sejarah pop Belanda. Irama yang mudah diingat dalam rekaman Hop and Swing tersebut, serta ciri khas vokal yang unik dari Andy Tielman dan dukungan instrument oleh Ponthon Tielman masih pada sound double bass yang sangat mendunia.


TIELMAN BROTHERS (1960-1963) IMPERIAL RECORDING (3 SINGLE) + ARIOLA (1 EP)

Formasi:

Andy Tielman (lead guitar, vocals)
Reggy Tielman (2nd lead guitar, vocals)
Franky Luyten (rhythm guitar, vocals)
Ponthon Tielman (bass guitar, 6 string bass, vocals)
Loulou Tielman (drum, vocals)

          Pada bulan Januari 1960 di Belanda terutama Den Haag untuk pertama kali mereka terkenal dengan nama The Tielman Brothers. Pada 3 Januari 1960 mereka bermain di Koepelzaal - Dierentuin Haagse (The Hague Zoo).

Pada tanggal 23 Januari 1960 The Tielman Brothers muncul di siaran televisi AVRO (sebuah stasiun siaran televisi Belanda) untuk mempublikasikan nama baru grup band mereka yang diberi nama The Tielman Brothers. Pada kesempatan itu mereka tampil luar biasa dengan membawakan lagu Black Eyes dan dilanjutkan dengan Rollin'Rock. Pertunjukan The Tielman Brothers sangat memukau penonton dan pemirsa televisi, karena atraksi bermusik yang mereka lakukan, seperti solo drum oleh Loulou Tielman di mana ia berjalan-jalan memutar mengelilingi drum sambil menabuh drum kit, lalu Ponthon Tielman merangkak di lantai dan meliuk-liuk menggunakan punggungnya sambil memainkan double bass-nya yang berwarna putih, kemudian Andy Tielman bermain gitar dengan giginya serta menggunakan kakinya pada fret gitar atau memainkan gitar sambil memanggul gitar tersebut pada lehernya dan berdiri di atas ganda bass, setelah itu Loulou Tielman memukul-mukul stick-nya pada string gitar Andy Tielman. Tentu saja ada beberapa ciri khas yang mereka ambil dari gaya Spike Jones dan Bill Haley.

Konon menurut rumor dikatakan bahwa atraksi bermain gitar dengan menggunakan gigi yang dilakukan Andy Tielman, kemudian menginspirasi Jimi Hendrix untuk aksi panggungnya.

Bagaikan sebuah sensasi dan gaya rock ‘n’ roll yang liar yang belum pernah terjadi di televisi Belanda. Rock 'n’ roll dari orang Indonesia tersebut begitu menjadi idola di negeri Belanda yang dingin dan ortodoks, namun justru menuai kritikan negatif dari pengamat siaran televisi dan pakar musik di negeri kincir angin tersebut. Penampilan mereka di televisi saat itu, menjadi sejarah yang sempat diliput selama 45 detik oleh Hans Heynen dalam film dokumenternya yang berjudul Rockin' Ramona.

Tampak dalam film ini bagaimana lentik jari-jari panjang Andy Tielman yang berlari sepanjang gitar Gibson Les Paulnya dalam lagu Black Eyes.

Pernah di tahun 1991, Rarity Records merilis secara utuh film tersebut untuk sebuah acara televisi yang bekerjasama dengan Tojo Records. Di bulan Januari 1960 The Tielman Brothers merekam 4 lagu di Bovema Studio Heemstede, diantaranya My Maria (lagu yang paling banyak diminta sepanjang tahun), You’re Still The One (kembali dirilis dari rekaman pertama mereka pada tahun 1958 yang sekarang terdengar sempurna), Black Eyes (instrumental pertama mereka yang akan menjadi salah satu highlight dalam sejarah yang disebut Indo Rock), dan Rock Little Baby (juga kembali dirilis dari album pertama mereka tahun 1958, yang sekarang terdengar jauh lebih sempurna).

Setelah itu The Tielman Brothers berangkat ke Jerman. Mereka mulai dibayar dengan kontrak bulanan di sebuah night klub Ringstuben di Mannheim. Keluarga Fluhrman sang pemiliki klub dansa Ringstuben selalu menyebut Sputnik untuk grup band ini dan penontonnya, karena dekorasi panggung mereka terdapat roket dan pesawat luar angkasa. The Tielman Brothers kemudian sering kembali manggung ke tempat tersebut.

Mereka kembali ke Bovema melakukan beberapa rekaman pertama mereka. Adapun Franky Luyten masuk  bergabung bersama grup ini dan ikut ke Jerman hingga pertengahan tahun 1964.

          Pada musim semi tahun 1961 Andy Tielman membeli sebuah gitar pertamanya untuk merek Jazzmaster Fender (putih). Awalnya Andy Tielman mengetahui gitar ini dari album milik The Ventures. Gitar ini tampaknya sangat cocok untuk aksi panggungnya yang sangat liar karena jauh lebih ringan dibanding Gibson Les Paul, dan pada akhirnya band mereka sepakat membeli peralatan Fender yang lengkap dari Radio Barth di Stuttgart.

          Di tahun 1963 Jane Tielman ikut bergabung dalam tur bersama band ini. Pada tahun yang sama, mereka menerima tawaran sebuah kontrak rekaman di Jerman untuk label Ariola. Dalam side A di album tersebut, lagu The Tielman Brothers diurutan pertama diberi judul Tahiti Jungle (sebuah aransemen dari Hawaiian War Chant of The Ventures) dan di sisi B ada lagu Jerman berjudul Fern Am Amazonas.

Di album ini kesuksesan yang sama kembali diperoleh Ariola ketika sebelumnya pernah sukses menangani grup The Blue Diamonds. Kesuksesan tersebut kembali diikuti untuk album Jerman kedua THE TIELMAN BROTHERS yang berjudul Java Guitars (Andy Tielman sendiri yang punya ide menuangkan dalam Guitar Boogie, yang sangat populer dan masih ditiru oleh banyak musisi sampai hari ini).

Album Jerman ke tiga The Tielman Brothers pada tahun 1963 yang seluruhnya merupakan instrumental (di aransemen oleh seorang musisi folksong Jerman). Little Hänschen Twist dan sebuah suguhan yang tanpa batas pada lagu Twistin' The Carioca pernah ditampilkan dalam sebuah instrument gitar Les Paul di film musikal 'Flying Down To Rio' bersama Fred Astaire dan Ginger Rogers pada tahun 1933.


THE TIELMAN BROTHERS (1963-1964)

Formasi:


Andy Tielman (lead guitar, vocals).
Alphonse Faverey (lead guitar) ex Strangers band.
Reggy Tielman (2nd lead guitar, 6 string bass, vocals).
Franky Luyten (rhythm guitar, vocals).
Ponthon Tielman (bass guitar, 6 string bass, vocals).
Loulou Tielman (drum, vocals).
Jane Tielman (vocals).

          Pada tahun 1963 Andy Tielman dan Reggy Tielman mengalami sebuah kecelakaan mobil yang tragis. Reggy Tielman pulih setelah 2 minggu, tapi Andy Tielman selama 4 hari dalam keadaan koma dan lengannya patah menjadi 8 bagian. Pemulihan tangannya berlangsung berbulan-bulan. Sebagai penggantinya Alphonse Faverey (lead guitar) mantan grup Strangers bergabung bersama The Tielman Brothers. Ia pun tetap bergabung di band setelah kembalinya Andy Tielman dalam grup ini.

Permainan gitar Andy Tielman kurang bagus di banding Alphonse Faverey sehingga ia lebih berkonsentrasi pada vokalnya. Namun Andy Tielman telah menciptakan perubahan yang luar biasa dalam dunia gitar. Dia menggabungkan 4 buah string banjo untuk ditambahkan pada guitar Jazzmaster Fender-nya, hingga seluruh tali gitar tersebut berjumlah 10 string. Ia bisa mencapai efek yang sangat khusus dengan menghasilkan sound yang besar, sehingga muncul gosip yang mengatakan bahwa pernah seorang karyawan dari perusahaan gitar Fender datang diam-diam ke Sputnik untuk menyaksikan gitar unik ciptaan Andy dalam pertunjukan musik mereka, dan akhirnya perusahaa produsen gitar di Jerman yang bernama Framus serta produsen gitar lain yang bernama Vox, menciptakan prototipe untuk sebuah gitar namun menggunakan 9 string. Gitar ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh gitar unik ciptaan Andy Tielman.

Kemudian hampir semua band Indo-Rock di Jerman ikut meciplak gaya bermain gitar Andy Tielman, terutama sebagai lead guitar Jazzmasters Fender. Bersama dengan Alphonse Faverey mereka melakukan tur di Israel. Sayangnya tidak ada catatan sejarah selama Alphonse Faverey bergabung di band The Tielman Brothers ini.

Di tahun 1964 Franky Luyten dan Alphonse Faverey keluar dan ikut wajib militer untuk angkatan bersenjata Belanda. Karena perselisihan dalam grup band, Ponthon Tielman akhirnya meninggalkan The Tielman Brothers, lalu bermain untuk beberapa lama bersama bandnya sendiri yang diberi nama TIELMAN ROYAL, setelah itu ia kembali ke Indonesia dan menetap hingga wafatnya pada bulan April tahun 2000.


THE TIELMAN BAND (1964-1969)


Formasi: 

Andy Tielman
(lead guitar, vocals)
Reggy Tielman
(2nd lead guitar, vocal)
Hans Bax (rhythm gitar, vocals)
Robby Latupeirisa
(bass guitar, 6 string bass)
Loulou Tielman
(drum, vocals)
Jane Tielman (vocals)


          Bersama dengan Hans Bax dan Robby Latupeirisa yang berasal dari grup legendaris Indo-Rock yang sudah bubar yaitu JAVALINS BAND, mereka mulai tur lagi di Jerman dengan nama baru untuk band mereka yaitu THE TIELMAN BAND, meskipun fakta bahwa Andy Tielman sendiri punya masalah dengan nama ini, sebab dia lebih suka untuk terus menggunakan THE TIELMAN BROTHERS.

Dalam formasi ini The Tielman Band merekam sebuah live album di akhir tahun 1965 serta sejumlah lagu diantaranya: Hello Caterina yang merupakan salah satu komposisi terbaik mereka. Di tahun yang sama, The Tielman Band diundang untuk tampil meramaikan pergelaran yang paling terkenal nan mewah di Belanda, yaitu di Palais de Danse di Scheveningen (pemukiman tepi laut Den Haag). Meskipun mereka tidak bermain di Belanda selama bertahun-tahun, namun fans mereka datang dari seluruh penjuru negeri itu pada acara tersebut dengan penuh antusias, untuk menonton grup band terkenal ini yang datang dengan mengendarai limusin besar mereka. Mereka tampil dengan sukses besar selama bulan Juli dan Agustus, sehingga penampilan mereka pada pembukaan pertunjukan tersebut dikenal sebagai ZZ EN DE MASKERS dan ANDY STARR & THE STRIPES.

Jos Van Vliet, yang sebelumnya adalah presiden dari THE CRAZY ROCKERS FAN CLUB dan kemudian menjadi Press Manager pada Negram / Delta Records, mengundang The Tielman Band ke studio dan menawarkan untuk merekam sebuah album yang diberi nama 'East And West'. Dalam kesempatan itu Andy Tielman memasukkan 5 balada indah, diantaranya: Unchained Melody, Maria And Danny Boy. Jane Tielman memimpin dengan menyanyikan lagu Bring It On Home To Me. Reggy Tielman sendiri, juga ikut mengisi dan menjadi penyanyi utama di sejumlah lagu-lagu tradisional Indonesia seperti Ole Sio dan Kekasih Ku. Lagu berjudul Maria (West Side Story) dirilis sebagai sebuah lagu yang mencapai posisi urutan 20 di Top Forty tertinggi di Belanda pada tahun 1965. Instrumental yang mengagumkan ditulis sendiri berjudul Marabunta juga dirilis di Amerika Serikat pada label Scepter.

          Andy Tielman juga terkenal sebagai gitaris yang menggunakan Vox Guitar Organ, sementara saat itu di tahun 1966, sangat jarang para gitaris menggunakannya di panggung. Instrumen ini mampu menghasilkan perpaduan antara suara organ dan gitar. Dengan menggunakan beberapa kontrol dan tombol-tombol, hal itu tidak mudah untuk dimainkan, terlebih lagi Vox Guitar Organ tersebut hanya bisa dimainkan dengan menggunakan sebuah electronik plectrum yang terhubung dengan PC board pada gitar. Sayangnya alat ini segera menghilang dari pasaran, namun sekali lagi Andy Tielman-lah yang terbukti menjadi inovator sejati dalam mencipatakan suara gitar tersebut.

Hingga tahun 1967 The Tielman Band merekam untuk label Ariola Jerman, namun ciri khas aksi  The Tielman Brothers inilah yang paling bersejarah dalam dunia musik . Pada tahun 1967 The Tielman Band benar-benar tak menduga bahwa hit mereka berjudul Little Bird menjadi yang terbesar sepanjang karir mereka. Little Bird mencapai posisi ke- 7 di Top Forty Belanda pada tahun itu. Rekaman ini kemudian dirilis di Amerika Serikat pada label Ranwood.

          Setelah bertahun-tahun The Tielman Brothers menjadi ikon rock ‘n’ roll di Eropa bahkan dikenal juga di Amerika, serta berkali-kali merubah formasi hingga akhirnya mereka muncul dengan nama lain untuk grup band mereka yaitu ANDY TIELMAN & THE TIELMAN BROTHERS. Nama besar Tielman semakin tenggelam, dan pada tahun 1979 hanya Andy Tielman yang sempat tampil jaya dimasa tuanya. Terutama untuk sebuah instrumental yang berjudul Sarinande ciptaannya yang sangat berpengaruh luar biasa sebagai sebuah album terakhir dengan berisikan 4 nomor instrumental.


DISCOGRAPHY:

blue = instrumental
Vinyl:

1958 FERNAP FP 5001 Rock Little Baby Of Mine / You're Still The One (Belgium)
1959 IMPERIAL HI 1026 Record Hop / Swing It Up
1960 IMPERIAL HI 1032 My Maria / You're Still The One
1960 IMPERIAL HI 1033 Black Eyes / Rock Little Baby
1960 IMPERIAL HI 1049 18th Century Rock / Pretend
1960 CAPITOL 4569 18th Century Rock / Pretend (USA)
1960 IMPERIAL HI 1060 I Can't Forget You / AAA
1961 IMPERIAL HI 1203 April In Paris / 0 Rosalie
1962 ARIOLA AT 45.366 Tahiti Jungle / Fern Am Amazonas (W-Germany)
1962 ARIOLA AT 10.032 Java Guitars / Warum Weinst Du Kleine Tamara? (W-Germany)
1962 KARUSELL KFF 497 Warum Weinst Du Kleine Tamara /Fern Am Amazonas (Sweden) blue vinyl)
1963 ARIOLA AT 10.484 Little Hänschen Twist / Twistin' The Carioca (W-Germany)
1965 ARIOLA AT 18.054 Little Girl / Yes I'm In Love (W-Germany)
1965 ARIOLA AT 18.056 Love So True / Don't Go Away (W-Germany)
1965 ARIOLA ANG 10004 Maria / Marabunta
1965 SCEPTER SCE 12121 Maria / Marabunta (USA)
1965 ARIOLA ANG 10006 Exodus / Real Love
1965 ARIOLA ANG 10007 White Christmas / I Wonder
1965 ARIOLA AT 18.276 Hello Caterina / Say You're Mine (W-Germany)
1965 INTERNATIONAL IS 20068 Hello Caterina / Say You're Mine (Italy)
1965 ARIOLA AT 18.278 No One But You / You Are The One (W-Germany)
1965 INTERNATIONAL IS 20067 No One But You / You Are The One (Italy)
1965 ARIOLA AT 18.302 Little Lovely Lady / Warte Ab Darling Rosmarie (W-Germany) ANDY TIELMAN
1965 ARIOLA AT 18.614 Maria / I Wonder (W-Germany)
1965 ARIOLA AT 18.654 Exodus / White Christmas (W-Germany)
1966 ARIOLA AT 18.768 Michelle / Du Gehst Vorüber (W-Germany)
1966 ARIOLA AT 18.898 Wanderer Ohne Ziel / Viel Zu Spät (W-Germany)
1967 ARIOLA ANG 10010 You Got To Much Going For Love / Can't Help Falling In Love ANDY TIELMAN
1967 DELTA DS 1263 Little Bird / She's Gone For Good
1968 VOGUE DV 14696 Little Bird / She's Gone For Good (W-Germany)
1968 RANWOOD R-807 Little Bird / She's Gone For Good (USA)
1968 DELTA DS 1271 I Can't Help Falling In Love / Goodbye Mama
1968 INJECTION TAR 61012 Absence / Little Dog
1968 INJECTION TAR 61013 Nina Don't Go / Maria My Love
1968 FONTANA YF 278.838 Nanana Hey Hey Kiss Him Goodbye / It's Magic In You Girl (W-Germany)
1970 GOLDEN 12 G12/93 Manolita / Unter'm Bambus Von Trinidad (W-Duitsland) ANDY TIELMAN
1971 INJECTION 134.540 Say A Simple Word / Summer Without You ANDY TIELMAN
1972 NEGRAM NG 309 Poor People / Forever And Evermore (with Jane Tielman)
1972 INJECTION 134.548 With Your Help / Tell Me Your Name ANDY TIELMAN
1973 MELODI RECORDS 73028 Poor People / Forever And Evermore (Turkey)
1973 NEGRAM NG 329 Hey Hey / I'm A Stranger In My Land
1975 NEGRAM NG 2013 Hey Hey / I'm A Stranger In My Land (re-release)
1975 NEGRAM 5C 006253 07 Goodbye Mama / Country Girl
1976 PHILIPS 6012.641 Rip It Up / Move It
1980 KILLROY KR 2894 Jesus (part one) / Jesus (part two)
1980 KILLROY KR 119504 Jesus / Jesus Part 2 (12-inch disco version)
1981 EMI 5 006-26704 Little Bird / Poor People (re-release)
1981 KILLROY KR 3132 KF Gypsy Mama / The Shepherd's Song ANDY TIELMAN
1981 KILLROY KR 3392 KF Cheryl Moana Marie / Blue Bayou ANDY TIELMAN



Cerita dan Hak Cipta: Muys Piet 07/2003.
Baca Selanjutnya … BIOGRAFI TIELMAN BROTHERS

10/11/10

PROFIL DAN BIOGRAFI JOHN HARTFORD BAND

          John Cowan Harftord lahir di New York pada tanggal 30 Desember 1937, John dibesarkan di St. Louis. Ia terkenal sebagai seorang musisi American Folk Country dan Bluegrass serta komposer, dan juga seorang musisi yang menciptakan genre newgrass atau progressive country. Sepanjang karirnya Hartford lebih banyak tampil dengan berbagai kelompok musik ansambel.  Ia adalah keturunan dari Patrick Henry, serta sepupu dari Tennessee Williams. Kakeknya adalah pendiri Missouri Bar Association, yakni sebuah organisasi yang menangani profesi  aparat hukum dan peradilan di Amerika. Ayahnya adalah seorang dokter terkemuka bernama Dr. Carl serta ibunya Maria Hartford.

John Hartford adalah asli Amerika. Dia adalah seorang musisi, penulis lagu, nahkoda kapal uap, pengarang buku, artis, disc jockey, seniman kaligrafi, penari, penulis cerita rakyat, ayah, dan sejarawan. Ia makin mencintai musik karena pengaruh sering mendengarkan siaran radio Grand Ole Opry di Nashville, dan pengaruh mendengarkan permainan musisi bluegrass yaitu Earl Scruggs, yang menciptakan gaya bluegrass bermain banjo dengan tiga-jari. Hartford sering mengatakan bahwa pertama kali dia mendengar Earl Scruggs memetik banjo-lah yang mengubah hidupnya.

          Pada usia 13, Hartford sangat berbakat memainkan biola dan banjo, bermain gitar dan mandolin. Hartford membentuk band bluegrass pertamanya ketika masih duduk di bangku sekolah menengah yaitu di John Burroughs School. Setelah SMA ia kuliah di Washington University di St Louis, dan setelah 4 tahun mengambil program seni sastra komersial, ia dropp-out demi fokus pada musiknya, namun dia kemudian melanjutkan kuliahnya tersebut dan menerima gelar pada tahun 1960. Dia pernah bekerja sebagai seorang DJ, bermain di band, dan kadang membuat single rekaman pada label lokal. Pada tahun 1965, ia pindah ke Nashville, pusat industri musik country.

          Pada tahun 1966, ia menandatangani kontrak dengan RCA Victor, dan menghasilkan album pertamanya, yang berjudul Looks At Life melalui legendaris Chet Atkins. Atkins-lah yang menyarankan John untuk menambahkan huruf "t" pada namanya Har"t"ford, menjadi John Hartford
Pada tahun 1967, album kedua berjudul Earthwords & Music menelurkan hit pertama terbesarnya, Gentle On My Mind setelah menonton film Dr. Zhivago. Pada tahun itu, lagu tersebut memperoleh empat penghargaan Grammy. Hartford  membawa pulang dua penghargaan, satu penghargaan diperoleh sebagai penulis lagu terbaik dan satunya lagi untuk versi rekaman terbaik. Dua penghargaan lainnya diperoleh Glen Campbell yang  telah mendengar versi Hartford di radio dan memutuskan untuk merilisnya kembali. Campbell melantunkannya dengan baik, dan lagu tersebut menjadi salah satu lagu yang paling terkenal sepanjang masa, kemudian dirilis kembali oleh banyak musisi mulai dari Elvis Presley sampai Aretha Franklin. Hartford kemudian mengatakan bahwa lagu tersebut membeli kebebasannya. Ketika popularitasnya meningkat, ia pindah ke Pantai Barat yaitu Los Angeles, di mana ia menjadi pengisi acara tetap pada siaran tv Smothers Brothers Comedy Hour.  Dia juga bermain dengan grup The Byrds di album mereka yang berjudul Sweetheart Of The Rodeo. Setelah sukses di SmoBro (Smothers Brothers....), Hartford ditawari sebagai peran utama dalam serial TV detektif tapi dia menolaknya lalu kembali ke Nashville dan berkonsentrasi pada musiknya. Dia juga mengisi acara televisi lain yang berjudul The Glen Campbell Goodtime Hour dan The Johnny Cash Show.
Dia juga mendapatkan surat ijin sebagai nahkoda kapal uap pada akhir dekade. Sepanjang tahun 1968-1970, Hartford mencatat empat album lagi untuk RCA, yang masing-masing berjudul: The Love Album, Housing Project, John Hartford, dan Iron Mountain Depot. Pada tahun 1971, ia pindah ke Warner Bros Records, di mana ia diberi kebebasan lebih untuk merekam dalam bentuk non tradisional. Di sana, dia bekerja sama juga bersama beberapa musisi terkemuka dari sebuah band termasuk Vassar Clements, Tut Taylor dan Norman Blake, termasuk merekam beberapa album tur serta album Aereo-Plain dan Morning Bugle. Sam Bush pemain mandolin musik bluegrass pernah mengatakan bahwa tanpa Aereo-Plain tidak akan pernah ada musik newgrass atau progressive country.

Pada tahun 1976, John memenangkan penghargaan lain pada Grammy Award untuk karya agungnya bernuansa contemporary folk dengan judul Mark Twang. Album ini menampilkan sekumpulan lagu unik yang menonjolkan penampilan Hartford memainkan banjo, biola, atau gitar sambil mengetukkan kakinya dengan kuat pada kotak terbuat dari kayu lapis. Kombinasi ajaib itulah kelak yang akan menjadikan ciri khas baginya selama bertahun-tahun sebagai aksi solonya. Kemudian Hartford beralih pada label Flying Fish, dan terus berpartisipasi dengan para musisi seperti Bush dengan memainkan gaya non tradisional country serta bluegrass. Merilis dua album pada tahun 1977 dan 1980 yang bekerja sama dengan Doug dan Rodney Dillard dari The Dillards band, bersama Bush sebagai musisi pendukung, yang berisikan beragam lagu diantaranya Boogie On Reggae Woman dan Yakety Yak.

          Pernah di musim panas dia terlihat sedang menahkodai kapal yang bernama Julia Belle Swain, lalu ikut menghibur penumpang kapal uap tersebut. Di- rumahnya yang menghadap ke Sungai Cumberland, John terus menulis, merekam, dan mengisi waktunya dengan musik. Ia juga menerbitkan karangannya yang berjudul Steamboat In A Cornfield dan Word Movies.

Selanjutnya Hartford berganti label beberapa kali selama karirnya di tahun 1991, ia juga meresmikan perusahaan label rekaman miliknya sendiri yang bernama Small Dog a'Barkin '. Kemudian pada 1990-an, ia beralih lagi, ke label Rounder. Pada waktu itu ia merekam beberapa lagu yang istimewa disejumlah perusahaam mayor label maupun label lain yang lebih kecil, dan akhirnya banyak orang mendengarkan kembali bentuk awal dari folk dan musik country. Di antaranya adalah album tahun 1999 yang berjudul Retrograss, direkam bersama Mike Seeger dan David Grisman, album bluegrass tersebut membawakan lagu-lagu seperti (Sittin 'on) The Dock Of The Bay, Maybellene, When I'm Sixty-Four dan Maggie Farm.

Hartford juga masih sempat menulis sebuah naskah dihari tuanya mengenai kisah hidup dan permainan biola tunanetra bernama Ed Haley. Dia mencatat beberapa lagu untuk soundtrack film O Brother, Where Art Thou, yang memenangkan kembali Grammy untuk penampilannya dilagu-lagu tersebut, dan membuat tur terakhir pada tahun 2001 yang diberi gelar Down From The Mountain tur, yang lagu-lagunya diambil dari film dan album yang pernah digarapnya. Ketika tampil di Texas pada bulan April tahun itu, ia mengalami ketidakmampuan menguasai kedua tanganmya karena penyakit Non-Hodgkin Lymphoma yang dialaminya selma 20 tahun lebih.  Pada tanggal 4 Juni 2001 di Centennial Medical Center di Nashville, pada usia 63, ia meninggal karena penyakit tersebut.

          John Hartford sudah memenangkan penghargaan Grammy dalam tiga dekade yang berbeda, merilis lebih dari 30 album, serta menerima penghargaan St Louis Walk of Fame. Ia juga mendapat penghargaan Presidents Award  oleh Americana Music Association pada bulan September 2005.
Baca Selanjutnya … PROFIL DAN BIOGRAFI JOHN HARTFORD BAND

29/10/10

PROFIL DAN BIOGRAFI SKATALITES BAND


        Di era akhir tahun '50-an, musik ska merupakan musik Jamaika satu satunya selain mento (mento adalah gaya musik rakyat Jamaika yang paling pertama dan sangat mempengaruhi musik ska serta reggae). Karena tidak ada label rekaman lokal saat itu, sehingga musisi setempat menyalurkan bakat musik mereka dengan tampil bermain band ditempat-tempat hiburan seperti menjadi home band di sebuah pub atau hotel.
Skatalites adalah sebuah band ska dari Jamaika yang dibentuk oleh: Trevor Simmons, Tommy Mc. Cook (meninggal 1998), Rolando Alphonso (meninggal 1998), Lloyd Brevett, Lloyd Knibb, Lester Sterling, Don Drummond (meninggal 1969), Jah Jerry Haynes (meninggal 2007) , Jackie Mittoo (meninggal 1990), Johnny Moore (meninggal 2008) dan Jackie Opel (meninggal 1970). Mereka sejak tahun 1955 telah lama sering main musik bersama. Moore, Mc. Cook, Sterling, dan Drummond merupakan alumni Alpha Cottage School, yakni sebuah lembaga pendidikan bagi anak laki-laki bermasalah yang berada di Kingston, dan dijalankan oleh keuskupan Katholik. Selain ketatnya proses belajar mengajar, sekolah itu juga terkenal dengan program musiknya, dan selama bertahun-tahun merubah ratusan anak-anak nakal menjadi orang-orang berguna dan terkenal.
Alpha Cottage School menghasilkan banyak musisi yang menonjol selama era 40-an sampai 50-an, dimana pada masa itu eranya band dansa. The Skatalites setiap harinya menjadi band pengiring untuk Stranger Cole, Alton Ellis, Ken Boothe, Toots And The Maytals, Delroy Wilson, Bob Marley And The Wailers, Peter Tosh, dan Jimmy Cliff .
Tahun 1962, saat di mana Jamaika sedang cenderung meniru musik-musik Amerika, Cecil Bustamente Campbell yang kemudian dikenali dengan nama 'Prince Buster', tahu bahwa sesuatu yang baru amat dibutuhhkan pada saat itu. Ia memiliki seorang gitaris yang bernama Jah Jerry yang kemudian bereksperimen di musik dengan menitik beratkan ketukan afterbeat ketimbang downbeat.
Hingga pada saat ini ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop (penukaran irama) khas Jamaika. Ska pun lahir. Soundsystem/studio rekaman pun mulai merekam hasil kerja mereka. Dengan tidak memberikan label pada vinyl (piring hitam), tujuannya agar memperoleh keuntungan diantara para pesaingnya. Sehingga yang lain tidak dapat melihat apa yang dimainkan, dan mencuri untuk sondsystem mereka sendiri. Pada tahun itu pula, Dodd membuka studio rekaman miliknya yang bernama Studio One. Skatalites mulai bekerja makin serius dalam merilis lagu di studio tersebut. Pada saat yang sama ikut pula bergabung Mc. Cook. Sebelumnya pada tahun 1954 ia pernah meninggalkan Jamaika untuk bergabung dengan home band di Zanzibar Club, di Nassau. Studio diresmikan dengan langsung merilis album Jazz Jamaika From The Workshop, yang menampilkan McCook, Alphonso, Drummond, dan gitaris Ernest Ranglin.
        Pemberian nama band berawal ketika Knibb memberikan saran nama “Satelite”, namun Tommy Mc. Cook berkata, "Kami bermain ska ..., sehingga disepakatilah nama The Skatalites. Pada tahun 1964 Skatalites meluncurkan album pertama mereka yang berjudul Ska Otentik di Studio One di Kingston dan melakukan tur ke seluruh Jamaika. Beberapa personil lama yang masih tetap bertahan di album ini, antara lain: gitaris Jerome "Jah Jerry" Hinds, bassis Lloyd Brevett, pianis muda Donat Roy "Jackie" Mittoo, drummer Lloyd Knibbs, trumpet Johnnie "Dizzie" Moore, saksofonis tenor Tommy Mc. Cook, saksofonis alto Lester Sterling dan Roland Alphonso, serta trombonis Don Drummond. Dari sinilah awal dimana mereka dianggap sebagai group yang mempopulerkan musik ska. Mereka memainkan pertunjukan pertama mereka pada tanggal 27 Juni di klub Hi-Hat, di Water Lane, Rae Town. Skatalites banyak bekerja sama dengan beberapa musisi muda berbakat seperti Delroy Wilson, Desmond Dekker, The Wailers, Lee Perry, dll
Beberapa vokalis yang juga pernah ikut bermain bersama Skatalites antara lain Jackie Opel, Tony Dacosta, Doreen Schaeffer, dan bintang calypso Joseph "Lord Tanamo" Gordon.
Pada musim gugur 1964, komposisi Don Drummond yang berjudul Man in the Street, masuk Top 10 di Inggris. Trombonis Drummond memiliki setidaknya 200 lagu atas namanya pada tahun 1965. Pada tanggal 1 Januari 1965, Don Drummond dipenjara karena membunuh pacarnya yang bernama Anita "Marguerita" Mahfood. Ia kemudian dinyatakan bersalah dan diserahkan ke Bellevue Asylum. Don Drummond meninggal pada tanggal 6 Mei 1969, di Bellevue Asylum.
Pada bulan Agustus, 1965, The Skatalites memainkan pertunjukan terakhir mereka. Setelah itu mereka pecah menjadi dua supergroup, Rolando Alphonso membentuk Soul Vendors sementara Tommy Mc. Cook memiliki Supersonics. Akhirnya nama besar Skatalites sempat redup beberapa tahun.Di tahun 1975, sebagian besar personil Skatalites berkumpul kembali untuk merekam solo album. Para personil seperti Brevett's, African Roots. Mc. Cook, Alphonso, Sterling, Ranglin, Mittoo, dan Knibbs semua mengambil bagian dalam proses penggarapan. Dua tahun kemudian, album Hot Lava muncul, sebagai penghormatan buat Tommy Mc. Cook & Skatalites.

        Pada tahun 1978, pimpinan Island Record yakni Chris Blackwell meyakinkan anggota untuk berkumpul kembali dan merekam album Big Guns. Namun, karena perselisihan antara pihak label dan Mc. Cook, tertunda hingga tahun 1984, ketika akhirnya dirilis sebagai Return Of The Big Guns. Tahun sebelumnya, kelompok itu kembali bersatu di bawah naungan produser Bunny Lee untuk Skatalites With Sly and Robbie and Taxi Gang. Masih ditahun yang sama yaitu 1983, di sela-sela latihan mereka menghasilkan lagu baru yaitu Rolling Steady dengan Lord Tanamo pada vokal, yang direkam pada Music Mountain Studio, tetapi dirilis nanti pada tahun 2007 di Motion Records. Album ini termasuk penghargaan mereka kepada Don Drummond, 'Big Trombon'.
Gaya tempo swing, jazzy brass, steady, dan skanking beat , mudah didengar pada rilis vokal dan juga pada instrumen mereka. Grup ini lebih suka memainkan instrumen, meskipun ada juga beberapa lagu mereka yang diiringi vokalis
Pada bulan April 1989, The Skatalites didukung Bunny Wailer’s Liberation Tour menampilkan 7 personil asli, yaitu : Tommy Mc. Cook, Roland Alphonso, Lester Sterling, Johnny Moore, Jackie Mittoo, Lloyd Brevett, dan Lloyd Knibb dengan tamu istimewa Dion Knibb pada vokal, Devon James pada gitar, dan Ken Stewart pada keyboard, dan tahun berikutnya pertunjukan mereka didukung Prince Buster. Pada bulan Januari 1990, The Skatalites melakukan tour utama mereka yang pertama kali di AS dengan personil asli yang sama, kecuali Jackie Mittoo dan Lester Sterling. Pada tanggal 16 Desember 1990, Jackie Mittoo meninggal di Toronto, Kanada akibat kanker. Antara 1991 dan 1993, The Skatalites melanjutkan tur AS, serta pada tahun 1992 melakukan tur pertama mereka di Eropa.
        Pada tahun 1993 album materi baru Skavoovee akhirnya muncul. Menampilkan personil inti, seperti Mc. Cook, Brevett, Sterling, dan Knibbs, album ini sangat terkenal. Selama tahun 1994 Roland Alphonso masih tetap bergabung untuk album Hi-Bop Ska: The 30th Anniversary Recording, yang juga menampilkan mantan vokalis Doreen Schaeffer, Prince Buster, dan Toots Hibbert, serta mengumpulkan semua bintang musisi jazz. Album ini pantas memperoleh nominasi Grammy pertama buat band mereka. Mc. Cook mendapat serangan jantung pada tahun 1995 yang nyaris memperlambat agenda show grup. Band ini pun melanjutkan jadwal tur padat mereka tanpa dia sampai si tenor saksofonis tersebut kembali bergabung dengan mereka di awal tahun berikutnya.
Ditahun 1996 ucapan yang luar biasa dari Skamania yang memberikan penghormatan terhadap Mc. Cook atas tekad dan kontribusinya terhadap Skatalites setelah mengalami gangguan kesehatan, dan memperoleh nominasi Grammy kedua bagi grupnya.
Tahun 1997, Skatalites merilis album Balls of Fire, di mana band tersebut kembali menciptakan banyak hits ska lama mereka dengan gaya jazz yang lebih baru. Di musim gugur pada tahun itu, Alphonso ambruk di panggung di Hollywood's Key Club. Dia koma segera setelah kejadian itu, dan pada tanggal 20 November, ia pun meninggal
Menyusul setahun kemudian pada tanggal 5 Mei 1998, pemain saksofon legendaris Mc. Cookmeninggal dunia diusia 71 tahun. Tapi tak peduli seberapa besar kontribusi setiap individu dari para personil, Skatalites selalu lebih besar dari pada pribadi masing-masing personilnya, sehingga dengan demikian band ini tetap berkarier. Pada tahun 2000, mereka merilis album Bashaka dan jadwal tur mereka terus berlanjut. Sementara tur Eropa pada 2001, mereka sempat rekaman lagi, hingga tahun 2003 dirilislah album From Paris With Love.
Pada bulan April 2003, Skatalites kembali ke studio bersama Toots Hibbert untuk merekam kontribusinya dalam album baru yang berjudul True Love. Mereka rekaman lagu Never Grow Old bersama Terry Hall dan U-Roy. Album ini juga dilengkapi tamu istimewa, termasuk Willie Nelson, Bonnie Raitt, Eric Clapton dan lain lain. Album ini kemudian memenangkan Grammy untuk tahun 2004. Pada bulan Maret 2004, Skatalites mengumumkan awal tur HUT ke-40 mereka termasuk ke Kolombia, Yunani dan Singapura, di samping sejumlah kunjungan secara menyeluruh,. Vin Gordon dan Karl Bryan bergabung dengan band.
Pada bulan April 2005, Skatalites kembali melakukan tur keliling dunia dengan pemain bas mereka yang baru yaitu Val Douglas, berasal dari A-Team band yang merupakan band pendukung utama pada Reggae Sunsplash Tours di tahun 1980-an dan 1990-an lalu. The Skatalites terus menciptakan para musisi top dunia di genre mereka. Pada bulan Oktober 2005, The Skatalites merilis album The Skatalites In Orbit, Vol.1 yang direkam di Buenos Aires.
Pada bulan Maret 2006, Skatalites bermain di La Bal De La Rose untuk Caroline, Putri dari Hanover, bersama dengan Jimmy Cliff, The Wailers dan Alpha Blondy. Pertunjukan ini dimulai tahun 2006 pada Global Tour Orbit mencapai Australia, Selandia Baru, Chili dan Argentina. Pada bulan April 2006, Skatalites merekam 11 lagu baru dalam satu sampul album di Byron Bay, Australia pada 301 Studios. Berikutnya new release yang berjudul On The Right Track.
Pada bulan Mei 2007, On The Right Track dirilis di seluruh dunia oleh AIM International, Australia. Pada bulan September 2007, Skatalites menyumbangkan lagu Be My Guest dengan Ben Harper pada vokal untuk penghargaan kepada Fats Domino dalam album CD baru yang berjudul Goin 'Home: A Tribute To Fats Domino, menampilkan banyak seniman. CD ini mengumpulkan dana untuk semua musisi yang ditimpa musibah Badai Katrina.
Baca Selanjutnya … PROFIL DAN BIOGRAFI SKATALITES BAND